Namun si monyet kini bingung, dia harus melewati sungai
untuk sampai ke seberang. Sedangkan dia tahu, bahwa dia tidak bisa
berenang. Sudah lama si monyet yang
pincang itu berfikir, mencari akal. Namun tidak satupun cara yang bisa dia
temukan. Namun secara kebetulan, tiba-tiba ada seekor burung merak yang turun
dari langit ke tepi sungai, ternyata burung itu hendak minum di sungai
tersebut. Melihat hal itu, muncul sebuah ide licik di fikiran si monyet untuk
memanfa’atkan burung merak agar mau mengantarnya ke seberang.
“Hai burung merak, kau terlihat cantik dan anggun seperti
biasa. Kecantikan dan keindahan bulu mu memang tak ada yang mampu menandingi di
seluruh penjuru hutan ini”. Kata monyet menyapa sambil mendekat.
“oh, monyet.. bikin kaget saja. Sdang apa kau disini? Bukankah rumah mu jauh
di tengah hutan eutopia? Kok bisa sampai di kawasan hutan sini?”. Tanya burung
merak.
“aku berniat berkunjung ke tempat sahabat ku yang berada di
seberang sungai. Namun waktu dalam perjalanan, aku terjatuh dan kaki ku
terkilir hingga pincang. Dengan kaki yang pincang, aku tak bisa berenang dengan
baik. Aku sudah lama menunggu ada hewan yang mau menolong ku menyeberang. Nanti
jika sudah sampai di seberang, aku berniat memberinya hadiah sdebagai balasan”.
Kata monyet berbohong.
“Oh, kalau Cuma mengantar ke seberang, aku juga bisa. Itu perkara
kecil, aku tak butuh hadiah mu. Kau silahkan naik saja ke atas punggung ku,
nanti aku akan terbang dan mengantar mu hingga ke seberang”. Kata burung merak
tanpa curiga.
Mendengar hal itu, tentu hati si monyet yang licik itu
merasa senang. Ternyata dalam benaknya dia menyimpan rencana yang lebih kejam. Dia
berniat mencelakai si burung merak yang justru dengan tulus mau menolongnya. Akhirnya,
si monyet naik ke atas punggung burung merak, lalu burung merak itu terbang
menyeberangi sungai dengan tanpa hambatan.
“Nah monyet, sudah sampai. Sekarang silahkan kau turun”. Kata
burung merak dengan menundukan kepala agar monyet bisa turun dengan mudah. Namun
di luar dugaan, bukanya segera turun, namun si monyet memukul kepala burung
merak itu. Kontan saja burung merak itu pingsan seketika. Si monyet mengira,
burung merak itu telah mati, lalu dia menarik tubuh burung itu ke semak-semak
untuk disembunyikan. Dia berniat menjadikan burung merak itu sebagai hadiah
pada harimau, untuk merayu agar harimau mau menolongnya.
![]() |
| Burung merak |
Setelah di rasa aman, si monyet segera pergi menemui
harimau. Dia menceritakan segala hal bohong pada harimau tentang si kancil
serta hewan-hewan yang mau mencelakainya. Dia juga menyatakan bahwa dia ingin
menjadi pelayan harimau yang setia jika harimau mau melindunginya. Dan sebagai
hadiah, dia juga berkata bahwa dia telah menyipakan seeekor burung merak yang
sangat gemuk untuk di santap si harimau. Dengan rayuan dan kelicikan si monyet,
tentu harimau yang memiliki sifat congak dan sombong itu mudah terperdaya. Apa lagi
harimau juga dalam keadaan lapar. Lalu harimau segera meminta monyet untuk
membawanya menuju hadiah yang sudah di siapkan monyet, yaitu burung merak.
Di lain tempat, burung merak yang tadinya pingsan kini sudah
mulai sadar. Meski kepalanya terasa agak pening, dia sadar bahwa sedang ada
bahaya yang mengincarnya jika dia tidak segera pergi. Dengan tubuh gontai dan
lemas, si burung merak berusaha terbang. Dia terbang dengan kepala pening,
melintasi sungai, namun akhirnya terjatuh di seberang sungai lalu pingsan lagi.
Untungnya di saat yang bersamaan, si kancil dan kawan-kawan yang tengah mencari
monyet berada di tempat itu, dan mereka segera menolong burung merak itu.
Setelah beberapa saat, akhirnya burung merak itu siuman. Dia
melihat si kancil dan kawan-kawan tengah mengerumuninya, dia sadar bahwa
merekalah yang menolongnya waktu dia pingsan tadi. Kancil lalu bertanya pada
burung merak tentang kejadian apa yang menimpanya. Burung merak pun bercerita
tentang peristiwa antara dia dan monyet licik yang hendak mencelakainya. Mendengar
hal itu, tentu si kancil dan para hewan lain yang ada di situ menjadi geram. Mereka
marah. “semoga saja perbuatan jahat si monyet akan segera mendapat balasan yang
sepadan. Semoga saja dia cepat kena batunya sebelum lebih banyak lagi yang
dirugikan olehnya”. Kata si kancil.
Sedang di seberang sungai, si monyet yang tadinya gembira
dan tertawa penuh kemenangan, kini wajahnya terlihat pucat pasi. Dia panik,
ketakutan. Bagaimana tidak? Burung merak yang tadi dia sembunyikan, kini sudah
tak ada. Sedangkan dia sudah berjanji pada harimau bahwa dia membawakan hadiah
sebagai santapan. Dan yang lebih parah, sepertinya harimau mulai tak sabar
karena harimau ternyata sedang kelaparan.
“hai monyet, mana hadiah yang kau janjikan pada ku? Aku sudah sangat lapar.. GGrrrrrrrr..!! “. Kata harimau sambil menggeram marah.
“hai monyet, mana hadiah yang kau janjikan pada ku? Aku sudah sangat lapar.. GGrrrrrrrr..!! “. Kata harimau sambil menggeram marah.
“Am.. ampun tuan ku, tadi hamba menaruhnya disini. Tapi sekarang
sudah hilang, mungkin sudah di mangsa oleh hewan lain”. Kata monyet tergagap
karena takut.
“Hilang? Apa maksud mu? Apa kau mau mempermainkan aku? Apa kau
mau menipu ku? Aku sudah sangat lapar... dan aku tidak sesabar yang kau kira. Jika
memang hadiah itu sudah hilang, tak mengapa. Kau sudah berjanji akan menjadi
pelayan ku yang setia. Jadi biarkan saja aku makan kau sebagai gantinya untuk
wujud kesetiaan mu pada ku.. GGrrrrrrrrr...!!!!”. kata harimau langsung datang
menerkam.
Di seberang sungai, kancil dan kawan-kawan terkejut. Mereka mendengar
suara teriakan si monyet yang sangat keras dan memilukan. Namun beberapa saat
kemudian, sudah tidak ada lagi suara terdengar. Sepertinya, hal yang buruk
telah menimpa monyet yang licik itu. Setelah kejadian tersebut, si monyet tak
pernah tampak lagi. Dia menghilang dan tak pernah ada lagi yang melihat si
monyet licik itu. Dan kehidupan hutann kembali menjadi tenteram karena monyet
yang nakal dan licik sudah tak bisa lagi membuat ulah.
Story By: Muhammad Rifai
Hikmah yang bisa kita petik: Setiap hal yang kita
perbuat, akan memiliki balasan yang sepadan, atau bahkan bisa lebih
berkali-kali lipat. Perbuatan buruk, pasti akan mendatangkan keburukan
dikemudian hari. Dan setiap perbuatan baik, pasti akan di balas dengan kebaikan
pula dengan hal yang lebih baik lagi.


0 Comments