Salah satunya
adalah srigala, dia sangat geram mendengar nama si kancil semakin di
elu-elukan. Bahkan para hewan yang dulu menghormatinya, kini lebih menghormati
si kancil. Rasa penasaran dan rasa marah yang ada di dalam dadanya, memunculkan
niat jahat dalam benaknya. “ Aku akan mencarinya, dan aku akan memakanya
ketika bertemu denganya”. Kata srigala kemudian berlari ke arah hutan mencari
si kancil. Srigala adalah hewan yang sangat ganas dan kejam, bahkan kabar
tentang keganasanya sudah cukup dikenal di seluruh kawasan hutan. Dia adalah
hewan nomer tiga yang paling ditakuti setelah harimau dan singa. Dan kemarahan serta rasa iri yang dia rasakan, akan membuat keganasanya semakin menggila.
Ditempat lain,
kancil tengah asik beristirahat di bawah pohon. Dia tidak sadar bahwa ada
bahaya yang sedang mengintainya. Si kancil sedang asik menikmati gemerisik
dedaunan yang diterpa angin, ibarat musik alami yang membuat matanya semakin
mengantuk. Namun ketika si kancil tertidur sejenak, tiba-tiba dia dikagetkan
oleh seuatu. Ternyata itu adalah seekor tikus yang sedang membangunkanya. “Tuan
kancil.. bangun tuan kancil..‼ Tuan harus segera lari..”. teriak tikus itu. Kancilpun
membuka matanya yang masih agak berat. Melihat kepanikan si tikus, kancil
berusaha menenangkanya. “Ah.. tikus sahabat ku, ada apa gerangan? Kenapa kau
terlihat gelisah? Ambil nafas, dan ceritakan pelan-pelan”. Kata kancil sambil
tersenyum.
Si tikus berusaha menenangkan diri, dia mengatur nafasnya yang terengah-engah karena
baru saja berlari. Setelah dia sudah mulai tenang, si tikuspun melanjutkan
ceritanya.. “Gawat tuan kancil.. srigala sedang mencari tuan. Wajahnya terlihat
sangat marah dan ganas. Dia bertanya pada semua hewan di mana dia bisa
menemukan tuan. Para hewan tak ada yang berani berbohong karena di ancam akan
dimakan jika tidak jujur. Sekarang srigala itu menuju kemari. Dan saya
berusaha sekuat tenaga berlari ke sini untuk menyampaikan kabar buruk ini pada
tuan. Untungnya saya tahu jalan pintas sehingga bisa mendahului srigala
itu. Sebaiknya tuan segera lari sekarang, sebelum srigala itu tiba..”. kata
tikus hawatir.
Ternyata tidak
ada, si kancil tidak berlari ataupun sembunyi. Justru si kancil berjalan dengan
santainya, namun ada sedikit hal aneh yang dia lakukan. Yaitu dia berjalan
dengan sedikit mengangkat satu kaki bagian belakang, sehingga dia berjalan agak
terpincang-pincang. Tak berapa lama kemudian, tiba-tiba srigala muncul di
hadapanya. Wajahnya terlihat seram dengan taring-taring tajam yang dipamerkan. “Hmm..
apa kau yang namanya kancil?”. Tanya srigala itu. “Benar tuan ku.. jika aku
boleh tahu, ada perlu apa tuan mencari ku?”. Tanya kancil dengan tenang. “Aku
adalah srigala, aku datang kemari untuk memakan mu.. karena aku sedang lapar..
Grrrrr..”. kata serigala sambil menggeram. “Oh. Jadi ternyata tuan adalah
serigala yang terkenal itu. Menurut yang ku dengar, tuan adalah hewan pemburu
yang cukup hebat. Bahkan harimau dan singa, masih kalah dengan tuan dalam hal
berburu. Suatu kehormatan bisa bertemu tuan, dan saya juga akan sangat senang
bisa menjadi makanan tuan”. Kata kancil masih dengan tenangnya.
Melihat sikap
si kancil, srigala menjadi bingung. Baru kali ini dia bertemu hewan yang cukup
aneh seperti si kancil. Biasanya setiap hewan yang bertemu denganya pasti akan
ketakutan. Apa lagi jika mereka tahu akan dimakan, pasti langsung berusaha lari
atau malah langsung pingsan karena terlalu takut. Tapi si kancil beda, hewan
ini terlihat tenang, bahkan berkata merasa terhormat karena bisa menjadi santapan
srigala. “Namun tuan ku, apakah saya boleh meminta satu permintaan sebelum
menjadi santapan tuan..? Saya tahu tuan adalah hewan yang terhormat dan memiliki
harga diri tinggi, pasti tuan tidak akan menolak permintaan terakhir hewan lemah
seperti saya”. Kata kancil lagi. “Hmm.. memangnya apa permintaan mu? Kau ingin
aku melepaskan mu dan membiarkan mu pergi?”. Tanya serigala ketus.
“Bukan tuan..
saya tidak minta itu. Kaki belakang saya yang sebelah kiri, tadi tertusuk oleh
duri. Sehingga saya berjalan pincang dan merasa sangat kesakitan. Jika boleh,
hamba minta tuan untuk mengambilkan duri itu dari kaki saya. Karena saya takut
duri itu akan membuat tuan tersedak ketika memakan saya nanti”. Kata kancil
menjelaskan. Mendengar penjelasan kancil yang cukup masuk akan, serigala
berfikir sejenak. Serigala tak sadar bahwa dia telah diperdaya oleh si kancil. Kesombongan akan kekuatanya, membuat srigala meremehkan kemampuan si kancil. “Kanapa aku
harus takut dan was-was? Memangnya apa yang bisa dilakukan hewan lemah bertubuh
kecil ini? tak ada yang perlu ku hawatirkan, lagipula aku lebih kuat. Tak mungkin
dia bisa melawan ku”. Fikir srigala.
“Baiklah..
akan ku penuhi permintaan terahir mu, karena sebentar lagi kau juga akan mati. Lagipula
aku juga tak mau tersedak duri ketika makan, bisa menghilangkan selera makan
ku. Sekarang berbaliklah, akan kucabut duri di kaki mu dengan gigi ku”. Kata srigala.
Mendengar itu, si kancilpun membalikan badanya sambil tersenyum. Rencana yang
dia jalankan ternyata berjalan sesuai perkiraan. Ketika srigala menundukan
kepala dan mulai membuka mulut untuk mengambil duri di kaki si kancil, si
kancilpun mulai melaksanakan rencana utamanya. Dengan sekuat tenaga dia
menendang gigi serigala yang terbuka lebar dengan kedua kaki belakangnya. Tak ayal,
mulut serigala terluka dan mengeluarkan banyak darah. Ternyata, tendangan si
kancil tepat pada sasaran. Dua gigi taring dan satu gigi depan srigala itu
rontok ke tanah karena tendangan si kancil.
Kontan saja
serigala meraung kesakitan karena gigi-giginya rontok. Tak menyia-nyiakan
kesempatan, si kancil langsung berlari menjauh dari srigala yang meraung-raung
menahan sakit di mulutnya. Kini serigala baru sadar, si kancil baru saja
menipunya. Dia telah tertipu berkat kesombonganya sendiri yang meremehkan si
kancil. Kini, srigala hanya bisa berjalan pulang dengan menahan sakit karena
giginya yang patah. Taringnya yang dulu dia banggakan, kini sudah tak ada lagi.
Dan dia pulang dengan rasa malu yang sangat karena kini dia menjadi serigala
ompong yang tak akan lagi ditakuti.
Story by:
Muhammad rifai
Hikmah yang
dapat dipetik:
Kekuatan bukanlah ukuran untuk menentukan menang atau kalah. Karena setiap hal
di dunia, pasti memiliki kekurangan dan kelebihanya masing-masing. Bahkan badan
yang besar, bisa saja kalah dengan badan yang lebih kecil. Oleh karena itu,
jangan pernah menyombongkan diri atas kelebihan yang kau miliki. Karena tak ada
yang sempurna di dunia ini. Ketika kau mulai bangga dengan kelebihan mu, maka cobalah untuk lebih rendah hati dengan mengingat pula kekurangan mu.


0 Comments