“Kamu tidak apa-apa
kawan?”. Tanya kancil. “Syukurlah kau datang kawan, kalau kau tidak menolong ku,
aku pasti bisa mati. Terimakasih..”. jawab semut. “Ah.. lupakan saja. Bukankah sesama makhluk kita harus saling tolong menolong”. Kata kancil merendah. “Ngomong-ngomong,
bagaimana bisa kau terjatuh di tengah kolam?”. Sambung kancil. “tadi ketika aku
tengah termenung di atas pohon memikirkan nasib rakyat ku, tiba-tiba angin
berhembus kencang dan menerbangkan ku
hingga aku jatuh di tengah kolam”. Jawab semut. “Memangnya ada masalah apa kau
dengan rakyat mu? Apa kau mau bercerita? Siapa tahu aku bisa membantu mu..”. Tanya
kancil lagi. Lalu semut pun bercerita..bahwa saat ini rakyatnya sedang dirundung
masalah. Beberapa bulan terahir, sarang mereka yang berada di pinggir sungai
sering didatangi oleh segerombolan gajah. Mereka berjemur dan bermain lumpur
disana, akibatnya rumah-rumah semut yang ada di daerah itu menjadi porak
poranda diterjang oleh para gajah.
Para semut
sudah berusaha untuk mengambil tindakan dan melawan. Mereka mencoba mengkroyok
dan menggigit para gajah. Namun kulit gajah yang tebal dank eras, seakan
membuat gigitan mereka tak ada artinya. Hingga raja semut itu menjadi putus asa
untuk bisa menemukan solusi yang tepat. Mungkin mereka bisa pindah. Namun resikonya
sangat berbahaya. Karena setiap kawasan sudah dihuni oleh kerajaan semut lain. Bisa-bisa
jika mereka melanggar wilayah, mereka akan berperang dan jatuh banyak korban. Mendengar
penjelasan dari raja semut ini, hati kancil merasa iba. “Tunggu sebentar.. beri
aku waktu sejenak untuk mencari cara agar bisa membantumu”. Kata kancil. Lalu
kancil pun diam beberapa saat, wajahnya tampak serius seakan memikirkan sesuatu
yang berat. Namun selang beberapa saat kemudian, kancil tiba-tiba tersenyum.
“Ahaaaa… aku
sudah temukan satu cara yang akan membuat para gajah itu kapok’. Kata kancil. “Benarkah?
Bagaimana caranya?”. Tanya si raja semut penasaran. “Begini.. jika kalian
menggigit kulit gajah, mungkin kalian tak akan berhasil. Karena kulit gajah
bagian luar sangat keras dan tebal. Bahkan harimau saja tak mau memburu mereka.
Namun kulit mereka hanya keras dibagian
luar, namun tetap lemah di bagian dalam..”. jelas kancil. “Apa maksud mu
kawan? Aku belum faham.. Memangnya bagaimana caranya untuk menggigit kulit
bagian dalam jika bagian luar saja kami tak bisa menembusnya?”. Tanya si raja
semut bingung.
“Begini kawan,
dengarkan baik-baik dan sampaikan pada semua rakyatmu. Nanti jika para gajah
itu datang lagi, kalian bersiaplah naik ke atas pohon. Dan begitu gajah itu
lewat di bawah kalian, kalian menjatuhkan diri ke atas gajah tersebut. jangan
langsung digigit, sabar dulu. Kalian harus merayap menuju ke arah belalainya. Lalu
masuk ke lubang hidungnya, semakin banyak dari kalian yang bisa masuk, maka
akan semakin bagus. Lalu setelah kalian sampai di dalam hidung, gigit
sekuat-kuatnya dan jangan dilepas. Mungkin gajah akan berusaha mengeluarkan
kalian dengan menghembuskan nafas kuat-kuat, namun kalian harus bisa bertahan
dengan menggigit lebih kuat lagi. Jika cara ini berjalan lancar, maka para
gajah itu pasti akan kapok”. Jelas kancil.
Mendengar penjelasan
dari si kancil, raja semut tersenyum senang. Seakan dia telah menemukan harapan
baru untuk menolong rakyatnya. Akhirnya, si raja semut pun berpamitan bergegas
ingin pulang dan menyampaikan ide si kancil pada semua rakyatnya. Namun sebelum
si raja semut itu pergi, dia menyempatkan diri bertanya pada si kancil. “Terimakasih
atas saranmu kawan, bantuan mu ini akan selalu ku ingat. Dan suatu saat, aku
akan berusaha membalas budimu. Jika aku boleh tahu, siapa nama mu?”. Dengan tersenyum
kancil menjawab..”Nama Ku kancil..”. si raja semut membalas senyuman si kancil
dengan keramahan yang sama. Lalu dia pamit untuk pulang. Setelah sampai pada
rakyatnya, dia menceritakan ide yang diberikan si kancil dan menceriakan
bagaimana awal pertemuan mereka ketika si kancil menolong nyawanya. Para semutpun
dibuat takjub dengan cerita rajanya yang luar biasa, ibarat kisah petualangan.
Setelah kejadian
itu, para semut berencana untuk melakukan ide si kancil. Pada hari berikutnya
dimana para gajah biasanya datang, para semut naik ke atas pohon dan menunggu. Setelah
ada gajah yang lewat di bawah mereka, mereka langsung menjatuhkan diri dan
mendarat di punggung gajah tersebut. mereka lalu merayap menuju belalai gajah,
dan masuk ke lubang hidung gajah. Lalu dengan serentak mereka menggigit
kuat-kuat. Kontan saja para gajah meronta kesakitan, karena merasa hidung
mereka terasa seperti tersengat. Mereka sudah berusaha mengeluarkanya dengan
menghembuskan nafas keras-keras menggunakan belalainya, namun tetap gagal.
Akhirnya dengan
wajah kesakitan dan meraung-raung, para gajah lari meninggalkan tempat itu. Melihat
hal tersebut, para semut bersorak sorai dan merayakan keberhasilan mereka. Dan setelah
kejadian itu, ternyata tak ada lagi gajah yang berani ke sana. Dan karena jasa
kancil yang begitu besar, membuat raja semut dan rakyatnya memanjatkan syukur
dan rasa terimakasih yang sangat besar. “Terimakasih kancil sahabat ku.. jasa
mu akan selalu ku ingat dan dikenang oleh seluruh rakyat ku. Ku panjatkan do’a
semoga keselamatan selalu menyertai mu. Dan semoga saja aku diberi kesempatan
untuk membalas budi mu suatu hari kelak..”. gumam raja semut sambil melihat
langit biru yang cerah.
Story By:
Muhammad Rifai
Hikmah yang
dapat kita petik: tak ada orang kuat di dunia ini melebihi yang maha kuasa. Setiap kekuatan
di dunia, pasti memiliki kelemahan. Sehingga kita tak patut untuk berlaku
sombong. Dan setiap manusia selalu mendapat balasan dari apa yang mereka
perbuat. Jika kau berbuat baik, maka kaupun akan mendapat balasan yang baik
pula. Bahkan kebaikan mu tak akan dilupakan, seperti jasa si kancil ketika
menolong semut pada dongeng di atas.


0 Comments