Mendengar jawaban itu, si kancil menjadi lebih penasaran. ‘Siput ajaib
penguasa sungai? Apa maksudnya itu? Dan mengapa kalian harus memberikan
sebagaina cadangan makanan kalian untuk dia?”. Tanya kancil lagi. “Nah.. itu
sudah terjadi sejk turun temurun, aku tak tahu pasti bagaimana detailnya. Tapi siput
yang satu ini sangat ajaib. Dia mampu berlari cukup cepat dan menguasai sungai.
Bahkan kuda tercepat yang bernama Kundalini saja tak mampu mengalahkan dia. Dan
setiap apa yang dikatakanya pasti bisa terjadi. Jika kami lupa memberikan
sesembahan, maka dia akan marah. Dan membuat sungai menjadi kering. Oleh sebab
itu, kami menyebutnya siput ajaib penguasa sungai”. Kata kerbau menjelaskan. Mendengar
penjelasan dari si kerbau, si kancil menjadi sangat penasaran. Dia mencium
sesuatu yang kurang beres, pasti ada yang salah dengan semua itu.
Akhirnya, dia ikut ke sungai bersama si kerbau dengan tujuan untuk
menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Perayaan berlangsung meriah. Dan pada
akhir upacara, munculah si siput dari dalam sungai dengan di elu-elukan oleh
semua haewan yang hadir. “Siput ajaib yang bijaksana.. siput ajaib yang baik
hati..”. begitu kata mereka. Beberapa lama si kancil memperhatikan siput itu
dengan penuh selidik. Sedangkan si siput yang tak tahu sedang diperhatikan si
kancil, berjalan dengan angkuhnya seperti biasa. “Bawa dan hanyutkan semua
makanan ini ke sungai..”. perintah si siput. Namun belum sempat para hewan mengangkat
semua makanan itu, tiba-tiba kancil muncul ke depan dan mencegah mereka.”
Tunggu..‼ Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian mau saja memberikan sebagian
cadangan makanan kalian begit saja. Bukankah
kalian sendiri membutuhkanya? Kalian bekerja keras seharian mengumpulkanya?”. Kata
si kancil.
Melihat hewan asing yang muncul dan tiba-tiba bicara dihadapan mereka, membuat para hewan saling gaduh bertanya satu sama lain. Melihat hal itu, si siput langsung angkat bicara. “Siapa kau hewan asing? Akau belaum pernah sekalipun melihat mu di kawasan ini? berani-beraninya kau mengusik upacara yang suci ini? Apa kau tak takut padaku?”. Teriak si siput dengan angkuhnya. “Kenapa aku harus takut? Memangnya apa yang bisa kau lakukan?”. Tanya si kancil. “berani benar kau bicara seperti itu. Apa kau tak takut aku hokum? Aku adalah sang penguasa sungai”. Jawab si siput lagi. “Ah.. aku tak takut.. aku sudah pernah berhadapan denganm hewan yang lebih buas dari mu. Aku mengalahkan buaya, harimau, bahkan aku mapu mengalahkan manusia dan juga gajah”. Jawab si kancil dengan lantang. Mendengar jawaban itu, kontan saja si siput tertawa terbahak-bahak di ikuti seluruh hewan yang hadir di situ, kecuali si kerbau.
Melihat kawanya di tertawakan, akhirnya si kerbau ikut maju ke depan dan
angkat bicara. “Yang dikatakan teman ku ini benar, dia tidak bohong. Dia telah
menyelamatkan ku dari buaya yang akan memangsa ku. Dan dia juga menolong para
tikus dari serbuan segerombolan gajah. Aku tidak bohong, aku melihatnya sendiri”.
Teriak sikerbau. Ontan saja semua hewan yang hadir terdiam. Mereka saling
pandang dan berbisik satu sama lain antara ragu dan percaya. “Aku tahu kalian
masih belum percaya padaku. Leh karena itu akau akan buktikan pada kalian
dengan mengalahkan siput yang kalian bilang siput ajaib ini. Konon katanya, dia
sangat jago berlari. Dan bisa berlari cukup cepat. Maka, aku akan mengalahkanya
untuk member bukti pada kalian”. Teriak kancil lantang. Sontak para hewan yang
hadir menjadi tambah gaduh. “Bagaimana siput? Apa kau berani?”. Tantang si
kancil.
Merasa dirinya ditantang, si siput pun tak ada jalan lain kecuali
menerimanya. “Hahahaha.. baik, aku terima tantangan mu. Tapi apa untungnya jika
aku menang?”. Tanya siput. “Jika kau menang, aku akan menjadi pelayan mu seumur
hidup ku”. Jawab kancil. “Hmm.. baik, itu hal yang cukup menarik”. Siput menanggapi.
“Tapi jika aku yang menang, maka para penduduk tak akan kau paksa lagi untuk
memberikan simpanan makanan mereka kepadamu. Bagaimana? Cukup adil bukan?” Tanya
kancil lagi. “Baik.. aku setuju. Itu hal yang cukup adil..kalau begitu,
langsung saja kita mulai lombanya sekarang, mumpung banyak rang yang menjadi
saksinya”. Kata siput. “Baik, ayo.. aku bantu kau untuk menaruh mu ke dalam
sungai..”. Kata si kancil sambil mengangkat siput dan memasukanya ke dalam
sungai. Sebenarnya, apa yang sedang direncanakan si kancil?
Ceritapun berlanjut, akhirnya para hewan berbaris mulai dari garis start
hingga garis finish sebagai saksi. Dan si kerbau berperan sebagai wasit di
garis start, hitunganpun di mulai dan lomba akhirnya dilakukan. Si kancil
berlari dengan kencangnya. Dia mengerahkan segenap tenaganya. Namun ketika dia
sudah sampai cukup jauh, tiba-tiba si siput muncul dari dalam air dan berteriak
jauh di depanya. “Hai hewan kerdil.. ayo kejar aku..‼”. Teriak si siput. Kancilpun
kembali berlari lebih kencang, dan berusaha mengejar si siput.
Hingga akhirnya si kancil tiba di garis finish disaksikan hewan-hewan yang berkumpul disana, namun ternyata si siput sudah sampai garis finish lebih dulu. “Hahaha.. dasar hewan tak tahu diri..‼ kau mau menantang ku? Jangan mimpi bisa menang dari ku, sekarang kau sudah kalah. Dan kau harus tepati janji mu untuk menjadi pelayan ku seumur hidupmu”. Kata siput. “Hidup siput ajaib..‼ hidup siput ajaib..‼” teriak sorai para hewan kembali mengelu-elukan kehebatan siput yang mereka kira memiliki keajaiban.
Hingga akhirnya si kancil tiba di garis finish disaksikan hewan-hewan yang berkumpul disana, namun ternyata si siput sudah sampai garis finish lebih dulu. “Hahaha.. dasar hewan tak tahu diri..‼ kau mau menantang ku? Jangan mimpi bisa menang dari ku, sekarang kau sudah kalah. Dan kau harus tepati janji mu untuk menjadi pelayan ku seumur hidupmu”. Kata siput. “Hidup siput ajaib..‼ hidup siput ajaib..‼” teriak sorai para hewan kembali mengelu-elukan kehebatan siput yang mereka kira memiliki keajaiban.
Namun ternyata, si kancil memiliki rencana lain.. “Tunggu.. sebenarnya
akulah yang menang..‼”. kata si kancil. “Sebenarnya yang kalian elu-elukan ini
tak lebih dari segerombolan siput penipu. Mereka menipu kalian untuk merampas
makanan yang kalian kumpulkan dengan susah payah”. Kata si kancil lantang. “Hai..
apa maksut mu menuduh siput ajaib junjungan kami sebagai penipu..‼’. teriak
salah satu hewan marah karena merasa junjungan mereka di hina. “ Tenang.. jangan
marah dulu.. tadi sebelum lomba ini di mulai, aku memberi tanda pada cangkang
siput ketika aku menaruhnya di sungai. Sekarang kalian coba periksa
cangkangnya, apakah ada tanda yang telah aku buat?”. Akhirnya, salah satu hewan
maju dan memeriksa cangkang itu. “Tandanya tidak ada..”. jawab hewan itu kaget.
“Sekarang kau sampaikan pada hewan-hewan yang berkumpul di garis start, suruh berang-berang untuk menyelam tepat di mana aku meletakan siput tadi. Dan jika
ada siput, suruh dia untuk membawanya ke permukaan”. Kata kancil lagi.
Akhirnya, hewan itu berlari ke garis start, dan menyampaikan apa yang
dikatakan kancil. Ternyata benar dugaan kancil, di sana masih ada siput yang
tadi di letakan oleh kancil. Tentu saja hal ini membuat para hewan menjadi
gaduh dan bingung, dan akhirnya menuju tempat kancil untuk mencari penjelasan. “Kalian
tak usah bingung..‼ Sebenarnya selama ini kalian telah di tipu. Siput ini tidak memiliki keajaiban apa-apa. Mereka
Cuma berbaris sepanjang sungai dengan mengandalkan jumlah mereka yang cukup
banyak. Sehingga ketika lomba lari, siput yang terdekat akan muncul. Karena bentuk
mereka sama, kita susah membedakanya”. Jelas si kancil. “Oooo.. jadi begitu? Lalu,
bagaimana mereka bias mengatur air sungai. Setiap apa yang mereka katakan selalu
tepat. Jika mereka berkata sungai akan kering, maka sungai juga kering. Jika mereka
bilang sungai akan banjir, sungaipun banjir”. Tanya salah satu hewan.
“Itu mudah.. mereka masih menggunakan cara yang sama. Mereka menempatkan
siput hingga berbaris panjang sampai hulu sungai. Ketika di hulu tak ada hujan,
maka mereka akan bilang sungai akan kering. Dan ketika di hulu mengalami hujan
besar, mereka akan bilang ada banjir. Dan kabar itu di sampaikan sambung
menyambung hingga siput yang ada di sini. Hal itu mudah dilakukan, karena
sungai yang mengalir ke sini mengandalkan sumber air yang ada di hulu. Sehingga
mudah ditebak. Karena setiap hal yang terjadi di hulu, pasti akan berpengaruh
di sungai ini”. jawab kancil menjelaskan. Akhirnya, para hewan menjadi mengerti
dan berterima kasih pada si kancil. Karena telah menguak penipuan yang selama
ini di lakukan oleh para siput. Dan sebagai imbalanya, si kancil disambut
dengan pesta yang cukup meriah dengan semua makanan yang tadi di kumpulkan.
Dan untuk para siput, mereka di usir dari Eutopia dan di larang untuk memasuki kawasan hutan. Sehingga para siput harus mencari tempat baru. Akhirnya, mereka tinggal di pinggir-pinggir sungai, rawa-rawa, atau persawahan. Konon itulah sebabnya mengapa banyak sekali kita temui siput yang ada di sawah atau rawa-rawa hingga saat ini.
Dan untuk para siput, mereka di usir dari Eutopia dan di larang untuk memasuki kawasan hutan. Sehingga para siput harus mencari tempat baru. Akhirnya, mereka tinggal di pinggir-pinggir sungai, rawa-rawa, atau persawahan. Konon itulah sebabnya mengapa banyak sekali kita temui siput yang ada di sawah atau rawa-rawa hingga saat ini.
Story By: Muhammad Rifai
***
Hikmah yang dapat kita petik: Sepandai-pandai tupai melompat, pasti akan
jatuh ke tanah juga. Dengan kata lain, sepandai-pandainya seorang penipu..
suatu saat pasti akan terbongkar juga. Oleh karena itu, jangan gunakan
kecerdasan mu untuk berbohong dan menipu sesama. Tapi.. gunakan semua ilmu dan
pengetahuan mu untuk menolong sesama seperti yang dilakukan si kancil.


0 Comments